Sampai kini masih ada saja kejadian mobil terbakar di jalan raya.
Bahkan beberapa kasus melibatkan mobil yang terbilang baru dan
berteknologi tinggi .
Artikel itu bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar kita selalu waspada
dan sadar bahwa potensi kebakaran akan selalu ada selama ada 3 unsur
yakni komponen mudah terbakar, suhu panas, dan oksidasi.
Karenanya kebakaran bisa terjadi tak hanya pada sistem mesin mobil,
namun bisa terjadi di berbagai bagian mobil jika 3 unsur tersebut
bertemu. Seperti jika kita menaruh bahan bakar cadangan dengan tidak
rapat di bagasi, atau ada kebocoran jalur bahan bakar sehingga uap bahan
bakar terkurung di bagasi, maka panas akan menyulut api dan membakar
bagasi. Bahkan material kabin yang tersulut bara rokok juga bisa
menimbulkan kebakaran.
Preventif
Sediakan Perlengkapan Pertolongan Saat Kebakaran
Pastikan di dalam mobil ada alat pemadam api ringan (APAR), sarung
tangan, dan palu pemecah kaca. Perhatikan pula tanggal kadaluarsa APAR
karena umumnya APAR hanya bisa berfungsi dengan baik untuk beberapa
bulan saja. Bila perlu miliki APAR yang dapat diisi ulang untuk menekan
biaya. Tempatkan APAR di lokasi yang mudah diakses seperti kolong bangku
penumpang depan atau di bawah glove box.
Cek Kondisi Mobil
Selalu cek kondisi mobil ketika akan memulai perjalanan. Luangkan waktu
5 menit sebelum menjalankan mobil untuk melakukan pengecekan. Periksa
sekring kelistrikan, kondisi oli, hingga tetesan yang tidak normal di
bawah mobil seperti bensin dan oli. Jika ada yang tidak normal urungkan
niat untuk melakukan perjalanan dan bawa mobil ke bengkel untuk
pembenahan.
Asuransi
Pastikan asuransi yang menaungi mobil Anda memiliki komponen
pertanggungan akan kebakaran mobil. Sebab ada beberapa perusahaan
asuransi yang tidak memasukkan kebakaran ke dalam polis
pertanggungannya.
Ketika Gejala Kebakaran Terjadi
1. Jangan panik. Tetap tenang agar bisa melakukan langkah selanjutnya dengan benar.
2. Segera tepikan kendaraan ke jalur yang tidak ada
kendaraan, bangunan atau pepohonan. Hal ini untuk mencegah merembetnya
api ke benda lain. Namun jika api sudah terlalu besar, berhentikan
kendaraan dan segera keluar dari kendaraan.
3. Segera matikan kendaraan dan tarik rem parkir.
Tujuannya adalah untuk memastikan tak ada lagi arus listrik maupun
bensin yang mengalir dan memastikan kendaraan tak bergerak.4. Keluarkan
semua penumpang dari kendaraan. Gunakan palu pemecah kaca jika pintu tak
bisa terbuka. Pastikan seluruh penumpang berada dalam jarak aman dari
mobil terbakar.
5. Jika api belum terlalu besar, lakukan pemadaman. (lihat boks cara pemadaman)
Jenis-jenis APAR
1. APAR material foam bisa digunakan untuk sumber api
yang tak memiliki arus listrik. seperti kain, jok, plastik, bahan bakar.
APAR jenis ini paling sesuai untuk memadamkan api yang disebabkan oleh
terbakarnya bahan bakar.
2. APAR material powder atau bubuk bisa digunakan pada
semua jenis sumber api, korsleting, plastik, kain, namun ia paling
tepat digunakan untuk material plastik.
3. APAR material gas CO2 bisa digunakan pada semua
jenis sumber api, korsleting, plastik, kain. APAR jenis ini paling tepat
untuk memadamkan sumber api bersifat elektrikal.
Cara Memadamkan Api
Sebagai masyarakat awam, banyak dari kita yang tidak terlatih
memadamkan api besar. Jika sudah terlampau besar, menghubungi dinas
kebakaran di nomor 113 adalah langkah tepat untuk meminimalkan resiko
keselamatan.
Tapi kita juga harus mengetahui bagaimana cara memadamkan api pada skala yang lebih terukur.
1. Ketahui sumber api. Jika api sudah terlihat
berkobar di kap mesin, jangan buka kap karena hanya akan membuat api
makin besar. Cukup tarik tuas pengunci kap mesin yang ada di kabin untuk
memberikan celah untuk memadamkan.
2. Jaga jarak dengan sumber api.
3. Perhatikan arah angin. Semprotkan APAR dengan
membelakangi arah angin. Rasakan angin yang berhembus ke punggung kita.
Jangan menyemprot api dengan melawan arah angin karena api dan suhu
panasnya akan mengarah ke kita.
4. Jika memungkinkan, semprot langsung pada sumbernya.
Namun jika api terlalu besar maka semprotkan di sekitar sumber api
untuk menghindari meluasnya kebakaran.